SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cisalak 01 di Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, dinyatakan siap beroperasi setelah menyelesaikan seluruh tahapan persiapan pembangunan dapur sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Proses persiapan tersebut telah berlangsung sejak Februari 2026 dan mencakup pembangunan serta kesiapan operasional dapur hingga dinyatakan layak memberikan layanan kepada penerima manfaat.
SPPG Cisalak 01 disebut telah menuntaskan tahapan persiapan sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah pada Maret lalu. Lokasi dapur juga telah menjalani survei lapangan oleh Koordinator Kecamatan KASPPG Kecamatan Cisalak.
Pada Selasa (22/4/2026), dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pengelola SPPG Cisalak 01 dengan pihak sekolah serta posyandu yang akan menjadi penerima manfaat layanan tersebut.
Asisten Lapangan SPPG Cisalak 01, Alep Basarudin, mengatakan penandatanganan MoU dilakukan setelah BGN menugaskan kepala dapur atau KASPPG untuk mengelola fasilitas tersebut.
“Alhamdulillah setelah BGN utus KASPPG untuk dapur SPPG Cisalak 01 ini, kita bisa langsung tancap gas membangun komitmen dan kerjasama dalam MoU dengan pihak sekolah serta posyandu agar kita bisa segera memberikan layanan pemenuhan gizi,” ungkap Alep.
Sementara itu, KASPPG Cisalak 01, Jabar Bancin, menjelaskan proses kerja sama dengan sekolah dan posyandu merupakan bagian dari aturan BGN. Menurutnya, seluruh tahapan harus dijalankan secara terbuka dan tanpa paksaan kepada penerima manfaat.
“Tahapannya kan sudah jelas, dapurnya sudah siap, Kepala dapurnya sudah diutus oleh BGN, relawannya sudah siap dan sudah dilatih,” kata Jabar
Jabar menambahkan pihaknya baru saja melakukan penandatanganan MoU dengan pihak sekolah dan Posyandu. Setelah penandatanganan MoU dilakukan, layanan pemenuhan gizi akan segera berjalan. Menurutnya, seluruh proses harus dilaksanakan berdasarkan kesepakatan bersama tanpa adanya paksaan kepada penerima manfaat.
“Saya mengikuti kesepakatan oleh Korcam dan jajarannya terkait setiap dapur diratakan untuk penerima manfaatnya masing-masing 1.500 penerima manfaat. Ya kita ikut itu sesuai komitmen,” imbuhnya
Usai penandatanganan MoU, SPPG Cisalak 01 direncanakan mulai beroperasi pada Senin pekan depan dengan memberikan layanan pemenuhan gizi kepada sekolah dan posyandu di wilayah Kecamatan Cisalak.
Sebelum layanan perdana dimulai, pengelola juga berencana menggelar syukuran bersama warga sekitar sebagai bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat selama proses pembangunan dapur hingga siap beroperasi.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.