Alamak, Target ODF 100 Persen di Kelurahan Dabo Belum Tercapai, Ini Kendala yang Dihadapi – Anniesway
KUTIPAN – Capaian program Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan di Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, telah mencapai lebih dari 97 persen. Namun, pemerintah kelurahan masih mengejar penyelesaian sekitar 3 persen agar target 100 persen dapat tercapai.
Persoalan tersebut dibahas dalam Musyawarah Masyarakat Desa/Kelurahan (MMD/K) bersama para ketua RT dan RW di Gedung Sapta Pesona Kelurahan Dabo, Rabu (14/10/2026). Pertemuan itu juga membahas persoalan sampah yang masih menjadi keluhan masyarakat.
Lurah Dabo, Mardi Sastra, mengatakan percepatan ODF membutuhkan keseriusan pemerintah dan keterlibatan masyarakat. Perhatian khusus diberikan kepada warga yang masih membuang kotoran langsung ke saluran drainase.
“ODF ini sangat penting karena berkaitan dengan kebiasaan buang air besar sembarangan. Program ini membutuhkan keseriusan kita bersama, baik dari Kelurahan Dabo maupun UPT Puskesmas Dabo. Capaian kita sudah 97 persen lebih, tinggal sekitar 3 persen lagi yang harus kita kejar agar mencapai 100 persen,” kata Mardi.
Berdasarkan pemetaan bersama para ketua RW, persoalan tersebut masih ditemukan di RW 009 dan RW 010. Sejumlah rumah di sekitar drainase menjadi perhatian karena saluran pembuangannya langsung menuju parit besar.
“Kita sudah melakukan pertemuan dengan ketua RW untuk memberikan imbauan. Di Kelurahan Dabo, ada dua lokasi yang sudah kita petakan, yakni RW 009 dan RW 010. Hanya beberapa rumah yang masih menjadi perhatian, khususnya yang berada di sekitar drainase dan pembuangannya langsung ke parit besar,” jelasnya.

Mardi menyebutkan, capaian ODF Kelurahan Dabo masih berada pada tahap ODF bersyarat. Karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memenuhi seluruh persyaratan agar status bebas buang air besar sembarangan dapat tercapai sepenuhnya.
Selain ODF, persoalan sampah juga menjadi perhatian pemerintah kelurahan. Salah satu kendala yang disampaikan masyarakat adalah belum optimalnya fasilitas tempat sampah dan keterbatasan armada pengangkut.
“Masalah sampah ini memang menjadi pekerjaan rumah, bukan hanya bagi Kelurahan Dabo, tetapi juga membutuhkan keseriusan bersama. Ada keluhan warga mengenai tempat sampah yang belum maksimal. Beberapa warga juga menyampaikan bahwa sampah sudah dikumpulkan di rumah, tetapi mereka membutuhkan armada untuk mengangkutnya,” ungkap Mardi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak Kelurahan Dabo mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga. Pemerintah kelurahan berharap adanya dukungan armada agar pengangkutan sampah milik warga dapat berjalan lebih optimal.
“Insyaallah, untuk masalah ini kita sudah berkoordinasi dengan pihak lingkungan hidup. Kita mengharapkan bantuan untuk mengangkut sampah tersebut,” tutupnya.
Melalui musyawarah MMD/K, pemerintah kelurahan berharap para ketua RT dan RW dapat memperkuat pendataan, edukasi, serta pengawasan di lingkungan masing-masing. Sinergi pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk menuntaskan persoalan ODF sekaligus meningkatkan pengelolaan sampah demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Laporan: Dito | Editor: Redaksi



