Peringati Hari Museum Nasional 2026, Inilah 5 Destinasi Museum Hidden Gem di Bandung – TINTAHIJAU.com
BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Bangsa Indonesia memperingati Hari Museum Nasional yang jatuh pada Senin (12/10/2026). Peringatan tahunan ini merujuk pada sejarah Musyawarah Museum se-Indonesia pertama di Yogyakarta pada 12–14 Oktober 1962, yang kemudian resmi dideklarasikan dalam Pertemuan Nasional Permuseuman di Malang pada 2015.
Momentum peringatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengeksplorasi kekayaan sejarah, seni, dan budaya. Di Kota Bandung, selain destinasi populer seperti Museum Geologi dan Museum Konferensi Asia Afrika, terdapat lima museum alternatif atau hidden gem yang menawarkan nilai edukasi serta koleksi yang unik:
- Museum Srihadi SoedarsonoMenampilkan karya maestro seni lukis Indonesia, Srihadi Soedarsono, mulai dari lukisan cat minyak, sketsa, hingga cat air. Bangunan tiga lantai berarsitektur minimalis karya Andra Matin ini berlokasi di Jalan Ciumbuleuit No. 173, Kota Bandung. Museum buka setiap hari pukul 10.00–17.00 WIB dengan tarif tiket Rp30.000 (weekday) dan Rp40.000 (weekend).
- Museum Kota BandungMenyajikan perjalanan sejarah perkembangan Kota Bandung dan jajaran wali kota yang pernah menjabat secara visual dan interaktif. Terletak di Jalan Aceh No. 47 (kawasan Balai Kota), museum ini buka Selasa–Minggu pukul 10.00–15.00 WIB tanpa dipungut biaya (gratis).
- Museum Nike ArdillaDidedikasikan untuk mengenang penyanyi legendaris era 1990-an, Nike Ardilla. Berlokasi di Kompleks Arya Graha, Jalan Aria Utama No. 5, Rancasari, museum ini menyimpan koleksi penghargaan, barang pribadi, hingga replika kamar mendiang. Buka setiap hari pukul 11.00–17.00 WIB dengan akses gratis (sistem donasi sukarela).
- Museum Wolff Schoemaker (Hotel Grand Preanger)Berada di dalam Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika No. 81, museum ini memuat rekam jejak arsitek C.P. Wolff Schoemaker serta sejarah tokoh dunia yang pernah menginap, seperti Charlie Chaplin dan Amelia Earhart. Buka Senin–Sabtu pukul 11.00–17.00 WIB dengan tiket masuk umum kisaran Rp5.000–Rp10.000.
- Museum PerbendaharaanMenempati Gedung Dwiwarna di Jalan Diponegoro No. 56, museum ini menyajikan sejarah pengelolaan keuangan negara, dokumen, dan peralatan kantor tempo dulu. Destinasi edukasi ini buka gratis pada hari Senin, Sabtu, dan Minggu (khusus minggu kedua dan keempat) pukul 09.00–16.00 WIB.
Pengunjung diimbau untuk mengonfirmasi ulang jam operasional dan ketentuan kunjungan kepada pengelola masing-masing museum sebelum melakukan kunjungan.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Jasa Backlink
Download Anime Batch



