Selesaikan Swakelola, Kelurahan Sungai Lumpur Resmikan Dua Unit Drainase Baru – Anniesway
KUTIPAN – Pemerintah Kelurahan Sungai Lumpur secara resmi telah menyelesaikan pembangunan dua unit sarana drainase baru. Proyek infrastruktur yang dikerjakan melalui mekanisme swakelola ini menyasar wilayah RT 002/RW 006 dan RT 001/RW 007, dengan melibatkan langsung Kelompok Masyarakat (Pokmas) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.
Pembangunan ini merupakan realisasi dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lingga tahun anggaran sebelumnya.
Lurah Sungai Lumpur, Teddy Andika, S.IP, menegaskan bahwa pemilihan lokasi pembangunan bukan tanpa dasar. Keputusan tersebut lahir dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan yang digelar pada tahun 2025, di mana kedua titik tersebut teridentifikasi sebagai area perbaikan sistem pengairan.
“Prioritas ini didasarkan pada hasil musyawarah tahun 2025. Kedua lokasi ini memang sangat membutuhkan intervensi infrastruktur karena kondisi eksisting yang ada sebelumnya belum memadai,” kata Teddy ditemui saat meninjau langsung drainase yang telah selesai dibangun, Minggu (18/10/2026).
Teddy menjelaskan, sebelum adanya proyek pemerintah ini, saluran air di kedua wilayah tersebut hanyalah parit alami buatan warga. Parit-parit tersebut tidak diperkuat dengan struktur beton atau pengecoran, sehingga rentan terhadap longsor dan pendangkalan, serta kurang efektif dalam menampung debit air saat curah hujan tinggi.
Teddy mengungkapkan, dengan selesainya konstruksi drainase berbasis beton ini, diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi pengairan dan mengurangi potensi genangan atau banjir di pemukiman warga.
“Harapan utamanya tentu membantu masyarakat dalam hal pengairan dan mitigasi banjir. Infrastruktur yang lebih permanen ini akan jauh lebih tahan lama dibandingkan parit alami sebelumnya,” terang Teddy.
Teddy menekankan bahwa pembangunan fisik bukanlah akhir dari tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga aset publik tersebut melalui budaya gotong royong dan kesadaran kolektif dalam pemeliharaan rutin.
“Kami berharap ada kesadaran penuh dari masyarakat untuk turut memelihara drainase ini. Gotong royong membersihkan sampah dan sedimen harus terus dilakukan agar fungsi drainase tetap optimal dalam jangka panjang,” tutupnya.
Penyelesaian proyek ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kelurahan Sungai Lumpur dalam merespons aspirasi warga melalui mekanisme partisipatif, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola lingkungan permukiman di wilayah Kelurahan Sungai Lumpur.



